BANYUMAS SATRIA BANYUMAS SATRIABANYUMAS SATRIA BANYUMAS SATRIA
17.Ikan

Rabu, 03 Oktober 2018

WA.081215029304

LADA  /  MERICA Perdu,.. cantik di halaman, anggun di kebun
 
INFO bibit WA. 081215029304
 
 
 
Lada perdu sudah mulai banyak di budidayakan, tidak hanya cantik di halaman
namun juga anggun di kebun.
 
 
Pemeliharaan yang mudah, dan tidak memerlukan bahan/alat untuk panjatan,.. keberadaan
lada perdu sudah mulai mencuri hati petani maupuan pekebun di Banyumas.
 
 
 
 
 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Kamis, 17 Mei 2018

     Kegiatan Sosialisasi Komoditas Cengkeh
bersama Pendamping Perkebunan Kab. Banyumas, Mei   2018
 
 
 




 
 
 

 

     

Selasa, 06 Februari 2018

Pengamatan dan pengendalian hama tanaman kelapa muda

 
Pengamatan dan pengendalian  hama tanaman kelapa di Kab.Banyumas
............................Pebruari,  2018
 
 
 
Hama Pohon Kelapa masih menjadi kendala yang berat bagi petani Kelapa di indonesia dan juga di Kab. Banyumas.  Kesulitan dalam pengendalian dan sedikitnya informasi menjadikan hama Pohon Kelapa ini cenderung dibiarkan saja dengan potensi yang semakin berbahaya bagi Petani dan hasil perkebunan kelapa di Kabupaten Banyumas.
 
Dibawah ini hasil pengamatan dan pengendalian hama tanaman yang dilakukan oleh Petugas Pendamping Perkebunan , di Desa Wlahar Kulon Kab. Banyumas
 
 
Tanaman kelapa yang ditanam di kebun kelapa Desa Wlahar masih muda, dengan umur 1 - 1,2 tahun.
 
Dengan populasi tanaman muda hampir 100 pohon, diketahui beberapa terserang hama dengan kondisi daun kelapa mengering dan tidak sehat.
 
Hasil pengamatan sebagai berikut:
  1. Terdeteksi adanya serangan Brontispa longissima atau sering disebut kumbang janur merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa. Menyerang pada hampir semua tahap umur tanaman, terutama tanaman yang sudah menghasilkan.
  2. Terdeteksi adanya serangan hama rayap.
 
Dikarenakan serangan sudah banyak, maka cara yang dilakukan adalah dengan pengendalian secara kimia menggunakan insektisida,. meskipun pengendalian hama terpadu masih perlu dilakukan.
 
 
 
 
 
 

Kamis, 01 Februari 2018

Pola Pengeringan dan Cara Penyulingan Minyak Nilam..di Kab.Banyumas


Pola Pengeringan dan Cara Penyulingan Minyak Nilam
di Kabupaten Banyumas..



PENGERINGAN

Untuk mendapatkan mutu dan rendemen nilam yang tinggi, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah Pengeringan dan Cara Penyulingan.

Petani nilam Kabupaten Banyumas menjemur nilam dimaksudkan untuk menguapkan sebagian air dalam bahan tanaman, sehingga penyulingan berlangsung dengan cepat dan singkat.

Pengeringan nilam di Kabupaten Banyumas biasanya dengan cara dijemur, terna (daun dan tangkai nilam) hasil panen dijemur selama 5 jam yang diikuti pengering-angin selama 2 - 3 hari sampai kadar airnya mencapai 12 - 15%. Lapisan daun nilam harus dibalik 2 - 3 kali sehari agar keringnya merata dan terhindar dari proses fermentasi.

CARA PENYULINGAN di Ds. Gandatapa Kec.Sumbang Kab. Banyumas

Penyulingan dengan air/direbus

Penyulingan ini banyak dilakukan oleh petani nilam di Kabupaten Banyumas. Daun nilam yang akan disuling ditempatkan didalam tempat atau drum penyuling dan tidak dicampur dengan air, namun air tersebut dipanaskan dalam bioler dan uap yang terjadi dialirkan kedalam drum penyulingan , kemudian uap yang terjadi dari penyulingan dialirkan melalui kondensor, cara ini biasanya disebut dengan pengukusan.

 Waktu penyulingan sekitar 5 jam, menghasilkan rendemen minyak nilam 2,5 – 3,0 % dan mutunya cukup bagus.


KENDALA

Dikarenakan tempat penyulingan di Ds.Gandatapa Kec. Sumbang sudah mencapai 25 tahun, maka waktu memasak dan menyuling mencapai 6-8 jam, hal ini menjadi tidak efisien  bahan bakar dan bisa mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan.

Gambar Pengeringan dan Penyulihan dibawah ini:




















Rabu, 31 Januari 2018

Mengintipp lebih jauh.. , penyulingan nilam di Kab. Banyumas,,, oleh: Diah Nuraeni (TKP3)

Mengintipp lebih jauh.. , penyulingan nilam di Kab. Banyumas,,,
 oleh: Diah Nuraeni Yuliati, SP  ... (TKP3)
Januari,.... 2018
 
 
 
 Tanaman nilam sudah dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Banyumas sejak 30 tahun yang lalu, karena tanaman ini dapat menghasilkan minyak atsiri yang menjadi komoditi ekspor. Indonesia adalah negara penghasil minyak nilam nomor satu dunia, termasuk nilam Kabupaten Banyumas.
 
 Eksportir minyak nilam Indonesia memasok 70% kebutuhan minyak nilam di dunia.
Minyak nilam petani Banyumas, kemudian dikirim ke PT.INDESSO, yang kemudian dijadikan komoditi ekspor minyak atsiri .
 
 Saat ini, Januari 2018 satu kilogram minyak nilam di tingkat petani mencapai Rp 525.000,- per kilogram. 
 
Untuk menghasilkan minyak nilam, Nilam dipanen pada usia 7-9 bulan, dan bisa dipanen sekali lagi pada 3-4 bulan selanjutnya.
 
Penyulingan milik Bpk. Sartam, lokasi Desa Gandatapa Kec. Sumbang sudah berdiri sejak Tahun 1990. Meskipun masih semi tradisional, penyulingan ini memiliki ketel dengan kapasitas 4 kw sekali masak. Tidak hanya petani di Kab. Banyumas saja,.. bahkan petani nilam Kab. Purbalingga pun juga memakai tempat Bpk. Sartam untuk menyuling nilam.
 
Untuk sekali masak , membutuhkan nilam kering 4 kw,. dan waktu memasak antara 8-10 jam.
 
Bagaimana hasil akhirnya,..?????
Banyak sedikitnya rendemen minyak nilam yang dihasilkan dari 4 kw tanaman nilam kering tergantung dari jenis nilam dan juga proses pengeringan nilam sendiri.
 
Biasanya,.. hasil rata rata minyak yaitu antara 8-9 liter dari 4 kw nilam kering satu kali masak.
 
Minyak nilam Kab. Banyumas termasuk dalam kualitas baik, bisa dilihat dari warna minyak kuning ,. bukan cokelat. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan Patchouli alkohol yang tinggi. Meskipun uji lanjut laboratorium masih perlu dilakukan.

Apabila minyak yang dihasilkan terlihat keruh cokelat , menunjukkan bahwa minyak tersebut masih mengandung sejumlah air dan kotoran yang terdispersi dalam minyak, dan Patchouli alkohol yang dihasilkan rendah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Senin, 29 Januari 2018

Kebun Cengkeh di Kec. Somagede Kab. Banyumas,...suburrrr dan rimbun nyaa....




 
 
 
 
 
 
 
Kebun Cengkeh di Kec. Somagede Kab. Banyumas,...suburrrr dan  rimbun  nyaa....
 
 
Tanaman cengkeh adalah salah satu komoditas perkebunan yang menjadi komoditas unggulan nasional maupun unggulan daerah Kab. Banyumas.
 
 Cengkeh merupakan komoditas yang tinggi nilai ekonominya. Baik sebagai rempah-rempah, bahan campuran rokok kretek atau pembuatan minyak atsiri.
 
 
Komoditas cengkeh di Kabupaten Banyumas tersebar hampir di 15 Kecamatan dengan luas pada tahun 2017 mencapai 2.392,49 ha.
 
 
Di Desa Klinting Kecamatan Somagede sendiri, tanaman cengkeh sudah ada sejak tahun 1975, yang merupakan varietas Sikotok.
 
Diharapkan Tahun 2018, Desa Klinting Kec. Somagede akan diusulkan menjadi kebun induk cengkeh di Kabupaten Banyumas.
 
 


Kamis, 18 Januari 2018

KT. Nira Agung Ds.Watuagung Kec. Tambak Kab. Banyumas Juara 1 Pelaku Pembangunan Perkebunan TK. Provinsi 2017



SELAMAT,..
 Kelompok Tani  Gula Kelapa Desa Watuagung Kec. Tambak  menjadi Juara I Pelaku PEmbangunan Perkebunan Tingkat Provinsi Tahun 2017..............

     
 Gula Jawa atau dikenal pula sebagai gula merah merupakan komoditas hasil pertanian asli Indonesia. Melimpahnya bahan baku nira kelapa, menjadikan wilayah Kabupaten Banyumas menjadi daerah potensial bagi pengembangan gula Jawa ini.
 
       Kabupaten Banyumas sudah dikenal sebagai sentra industri gula merah (coconut sugar). Sayang, kehidupan para penderas kelapa tak kunjung beranjak sejahtera karena mereka kesulitan memasarkan produknya.
 
Karenanya, Kelompok Tani Nira Agung Sejahtera Ds. Watuagung Kec. Tambak berusaha menguatkan kelembagaan kelembagaan para petani gula kelapa, sehingga petani gula kelapa di daerahnya menjadi maju dan lebih sejahtera.