BANYUMAS SATRIA BANYUMAS SATRIABANYUMAS SATRIA BANYUMAS SATRIA
17.Ikan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Makna LEBIH dari Kegiatan Kunjungan Lapang.............

Makna LEBIH dari Kegiatan Kunjungan Lapang.............
                                             by : Diah Nuraeni (TKP3 Kab. Banyumas)


Suatu Kunjungan lapangan biasanya berkenaan dengan kegiatan membawa kelompok ke tempat khusus untuk tujuan khusus. Tujuan tersebut mungkin untuk mengamati situasi, mengamati kegiatan atau praktek, atau membawa kelompok menemui seseorang atau objek yang tidak dapat dibawa ke kelas atau tempat pertemuan. Kunjungan lapangan biasanya berjangka waktu pendek, mungkin kurang dari satu jam atau tidak lebih dari dua atau tiga jam atau satu hari sampai beberapa hari  (Suprijanto,2007:132).

Pada minggu ke- tiga bulan Desember Tahun 2017, Tenaga Pendamping Perkebunan Kab. Banyumas bersama mantri tani serta petani tembakau dan cengkeh berkesempatan melaksanakan kegiatan kunjungan lapang ke Probolinggo Prov. Jawa Timur dan Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang.

 
Kunjungan Lapangan tersebut sebagai tindak lanjut dari Kegiatan Pembinaan Teknis Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Tembakau dan Cengkeh yang telah dilaksanakan bulan September 2017.
Berkaitan dengan hal tersebut, sekiranya ada tujuan penting yang menjadi landasan utama agar kegiatan Kunjungan tidak hanya sekedar kegiatan berdarmawisata saja, sehingga output yang dihasilkan setelah melaksanakan kegiatan tersebut adalah menjadi tambahan ilmu, wawasan, dan menambah chanel atau memperluas jaringan dan rekanan usaha untuk petani dan pelaku usaha tembakau dan bagi semua peserta.

Beberapa hal yang menjadi point of view yaitu:
  1. Kegiatan kunjungan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Proboloinggo Jawa Timur yang dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan dan Kepala Seksi Tanaman Perkebunan dan Semusim , Ketua APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia), dan Ketua Kelompok Tani Cempiring Kab. Probolinggo dengan pembahasan sebagai berikut.
-          Komoditas tembakau merupakan komoditas unggulan perkebunan dan menempati urutan Pertama di Kabupaten Probolinggo dengan luas areal tembakau 12.873 Hektar.  Sampai saat ini belum ada tanaman lain yang memberikan kontribusi yang menyamai bahkan melebihi dari hasil yang didapatkan dari komoditas tembakau, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

-          Keberadaan komoditas tembakau dan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo didukung dengan keberadaan beberapa gudang yaitu: PT Gudang Garam, PT. Sadhana Arief Nusa, PT Jaya Abadi (Djarum), PT. Bentoel, PT. Sumber Rejeki dan PT. AOI.

Tindak lanjut  untuk petani tembakau Kab. Banyumas yaitu :
-          Diharapkan petani tembakau dan APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia)  di Kabupaten Banyumas dapat bekerjasama dengan APTI Kab. Probolinggo untuk dapat menjalin kemitraan, sehingga dapat meningkatkan pasar tembakau Kab. Banyumas.
 
 
2. Kunjungan ke Home Industri Tembakau Kretek / Pabrik Rokok Lintingan Rina Jaya Desa Krampilan Kec. Besuk Kabupaten Probolinggo.
 
-          Pabrik Rokok Lintingan Rina Jaya berdiri pada Tahun 2003, dengan nama pemilik H. Ismail dan sudah memiliki SIUP dan ijin cukai NPPBKC.0712135039.

-         Memiliki 25 pekerja pelinting tembakau, dan rokok yang dihasilkan sudah dipasarkan ke sebagian wilayah Indonesia, Kalimantan dan Sumatera, serta  memiliki omset sekitar 5 Milyar setahun.
 
Tindak lanjut  untuk petani tembakau Kab. Banyumas yaitu
      Petani tembakau Kabupaten Banyumas disarankan untuk dapat belajar membuat rokok lintingan, dan dipasarkan lokal untuk menjadi salah satu alternatif pada saat panen raya tembakau.
 
3.   Kunjungan ke Balittas (Balai Tanaman Pemanis dan Serat) Malang Jawa Timur, dengan kegiatan pertemuan bersama Kepala Balai Balittas dan Staf Bidang Pasca Panen.

-    Pemaparan dari Balittas mengenai Strategi  penanganan panen tembakau pada saat musim kemarau basah. Pada saat frekuensi hujan tinggi, penanganan panen tembakau yang tepat merupakan kunci utama untuk menghasilkan mutu tembakau yang baik.
Tindak lanjut  untuk petani tembakau Kab. Banyumas yaitu
- Petani tembakau dapat menggunakan strategi penanganan panen saat musim hujan sesuai prosedur dari Balittas.

Bekerjasama dengan bidang Pemuliaan Tanaman     Balittas    untuk pendaftaran varietas genjah bojong lokal, dikarenakan varietas lokal Banyumas telah mendapatkan juara 1 uji cita rasa se Jawa Tengah, sehingga untuk kedepan Kabupaten Banyumas dapat memiliki varietas unggul lokal tembakau yang legal dan bersertifikat 

Kamis, 09 November 2017

Pembibitan LADA PERDU ,.. bersama KT. Sido Makmur Kec. Kutasari..Info BIBIT WA.. 081215029304



Lada Perdu ( The King of Spicy)....



Berbeda dengan tanaman lada panjat yang tumbuh menjalar, lada perdu tidak menjalar dan tidak memerlukan tiang panjat. Lada perdu merupakan varietas tanaman lada yang dibudidayakan untuk menjawab persoalan biaya budidaya tanaman panjat.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produksi, maka perlu dicari alternatif cara budidaya yang lebih murah tanpa menurunkan produktivitas tanaman, salah satunya dengan pembudidayaan lada perdu.


 Kelompok Tani Sidomakmur Desa Kutasari Kab. Banyumas merupakan salah satu Kelompok Tani yang aktiv melaksanakan pembibitan lada perdu dan menggalakkan program " Desa Merica " Dimana
Kelompok memberdayakan ibu ibu di Desa tersebut untuk menanam Lada Perdu di rumah menggunakan pot.

UNTUK INFO BIBIT
WA. 081215029304


 
 
 
 


 
 
 
 
 
 
 
 

 
 

Rabu, 18 Oktober 2017

Kegiatan TKP3 dan PLP Bintek Lada (Perdu) Kab. Banyumas ........ Oktober 2017



 
 
 
 
 
Kegiatan TKP3 dan PLP Bintek Lada (Perdu) Kab. Banyumas ........ Oktober 2017
bersama Poktan Panca Dharma Desa Karangsoka Kec. Kembaran
 
 

 

                                                                                                      PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dalam mengemban pembangunan sektor perkebunan mempunyai visi yaitu Terwujudnya Perkebunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Mandiri dan berkelanjutan. Salah satu komoditas binaan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang merupakan tanaman rempah ( The King of Spicy) adalah tanaman lada yang telah masuk kelompok tanaman unggulan Perkebunan Nasional.

    Komoditas lada menempati posisi yang sangat strategis karena dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan diperlukan dalam jumlah besar untuk industry makanan dan minuman, baik industry kecil dengan skala rumah tangga maupun perusahaan besar.
   Rendahnya tingkat produktifitas lada dikarenakan umumnya lada sudah berumur tua dan varietas lama (lada rambat) sehingga pendapatan petani selalu rendah.

     Untuk mendukung kegiatan akselerasi peningkatan produksi lada di Jawa Tengah pada umumnya dan Kabupaten Banyumas pada khususnya, bukan hanya mengarah pada peningkatan produktivitas lahan, akan tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) petani/pekebun lada dan petugas di bidang budidaya  lada harus ditingkatkan.

     

Selasa, 17 Oktober 2017

Kegiatan TKP3 dan PLP-TKP3 Sosialisasi dan bintek Tebu Kab. Banyumas ........ Oktober 2017




 
 










Kegiatan TKP3 dan PLP Sosialisasi dan bintek Tebu Kab. Banyumas ........ Oktober 2017
bersama Kelompok Sami Rukun Desa Suro Kec. Kalibagor
 


 

                                                                                                      PENDAHULUAN


 

A.         Latar Belakang

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dalam mengemban pembangunan sektor perkebunan mempunyai visi yaitu Terwujudnya Perkebunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Mandiri dan berkelanjutan. Salah satu komoditas binaan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang merupakan tanaman penghasil gula adalah tanaman tebu yang telah masuk kelompok tanaman unggulan Perkebunan Nasional sejak tahun 2010.

    Komoditas gula tebu menempati posisi yang sangat strategis karena dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan diperlukan dalam jumlah besar untuk industry makanan dan minuman, baik industry kecil dengan skala rumah tangga maupun perusahaan besar.

   Rendahnya tingkat produktifitas kebun(dibawah potensi optimal), mutu hasil produksi tebu dibawah standar telah menyebabkan rendemen rendah, akibatnya pendapatan petani selalu rendah, akibatnya pendapatan petani selalu rendah. Penyebab utama rendahnya produktifitas,mutu hasil, dan efisiensi usaha tani adalah karena tidak dipraktekkannya budidaya tebu yang baik dan manajemen/pengelolaan proses produksi yang tidak efisien.

     Untuk mendukung kegiatan akselerasi peningkatan produktivitas gula di Jawa Tengah pada umumnya dan Kabupaten Banyumas pada khususnya, bukan hanya mengarah pada peningkatan produktivitas lahan, akan tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) petani/pekebun tebu dan petugas di bidang budidaya  tebu harus ditingkatkan.

      Guna mendukung pencapaian sasaran swasembada gula berkelanjutan Tahun 2017, maka melalui dana APBD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab.Banyumas, maka Kabupaten Banyumas mengalokasikan dana untuk Bintek Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Tebu Tahun 2017.


B.   Maksud dan Tujuan

1.     Maksud

Maksud kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman tebu serta menguatkan kelembagaan petani dan kemitraan sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Banyumas dapat meningkat.

2.     Tujuan

a)     Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara teknis kepada petani perkebunan komoditas tebu di Kabupaten Banyumas.

b)    Meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan komoditas tebu di Kabupaten Banyumas.

c)     Membuka peluang bagi masyarakat petani/pekebun dalam usaha budidaya tanaman tebu.

 

C.   Sasaran

1.     Terlaksananya Bintek Tahun 2017 di Kabupaten Banyumas.

2.     Meningkatnya pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan keterampilan petani/masyarakat perkebunan di Kabupaten Banyumas dalam pengembangan dan pemanfaatan sarana/prasarana perkebunan.


 


Selasa, 01 Agustus 2017

Kegiatan Bintek Tanaman Nilam ..... Juli 2017








KEGIATAN BINTEK BUDIDAYA DAN PENANGANAN
PASCA PANEN KOMODITAS NILAM
bersama Gapoktan Sukatani Desa Sokawera Kec. Cilongok Kab. Banyumas Juli 2017 .
 
 
PENDAHULUAN
 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dalam mengemban pembangunan sektor perkebunan mempunyai visi yaitu Terwujudnya Perkebunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Mandiri dan berkelanjutan. Salah satu komoditas binaan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang merupakan tanaman penghasil minyak atsiri adalah tanaman nilam yang telah masuk kelompok tanaman unggulan Perkebunan Nasional sejak tahun 2010.
 
Minyak nilam merupakan salah satu minyak atsiri yang mempunyai prospek pasar yang cukup besar, baik didalam negeri maupun luar negeri. Permintaan minyak nilam semakin meningkat seiring dengan semakin beragamnya produk parfum/kosmetika, meningkatnya kebutuhan untuk industry obat-obatan serta belum berkembangnya substitusi essential oil yang bersifat pengikat(fiksasi) dalam industry parfum/kosmetika. Sebagai tanaman perkebunan, nilam memiliki prospek ekonomi cukup baik bila dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak atsiri lainnya.
 
Minyak nilam yang dihasilkan oleh tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan minyak atsiri utama yang diperdagangkan di pasar internasional. Adanya peluang ekspor mendorong semakin kuatnya upaya untuk mengembangkan tanaman nilam di Jawa Tengah umumnya dan di Kabupaten Banyumas pada khususnya. Penanaman tanaman nilam sangat potensial bila dilakukan dengan membentuk kelompok tani yang akan dibina untuk menjadi pelaku usaha minyak nilam yang handal.
 
  Beberapa wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan berdasarkan kondisi agroklimat yang sesuai dengan persyaratan tumbuh dan telah memiliki sarana pengolahan minyak nilam serta sudah terbentuk akses pemasaran di Kabupaten Banyumas yaitu: Kecamatan Cilongok, Kecamatan Karanglewas, Kecamatan Kedungbanteng, dan Kecamatan Sumbang. Melalui dana APBD pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, maka Kabupaten Banyumas mengalokasikan dana untuk Kegiatan Pelatihan Manajemen Kemitraan Kelompok Tani Perkebunan Tahun 2017.
 
Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Maksud kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman nilam serta menguatkan kelembagaan petani dan kemitraan sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani nilam di Kabupaten Banyumas dapat meningkat.
2. Tujuan
a) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara teknis kepada petani perkebunan komoditas nilam di Kabupaten Banyumas.
b) Meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan komoditas nilam di Kabupaten Banyumas.
c) Membuka peluang bagi masyarakat petani/pekebun dalam usaha budidaya tanaman nilam.
 
B. Sasaran
1. Terlaksananya Pelatihan Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Perkebunan di Kabupaten Banyumas.
2. Meningkatnya pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan keterampilan petani/masyarakat perkebunan di Kabupaten Banyumas dalam pengembangan dan pemanfaatan sarana/prasarana perkebunan.








Senin, 03 Oktober 2016

Penyuluhan Budidaya Tanaman Lada bersama Tenaga Pendamping Perkebunan (TKP dan PLP) Kabupaten Banyumas










Penyuluhan Budidaya Tanaman Lada
 bersama Tenaga Pendamping Perkebunan (TKP dan PLP) Kabupaten Banyumas 

Desa Cibangkong Kec. Pekuncen,...........   September 2016



               Komoditas perkebunan mempunyai nilai strategis dalam perekonomian nasional karena mempunyai peran yang besar dalam meningkatkan ekspor non migas untuk menambah devisa Negara, mendukung pemenuhan ketersediaan bahan baku industri dalam negeri, mendukung kecukupan ketersediaan bahan pangan berbasis perkebunan, meningkatkan gerak roda perekonomian dan penyedia lapangan kerja di pedesaan guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mesyarakat khususnya petani.

                Komoditas perkebunan di Jawa Tengah, sebagian besar (90,84%) di usahakan oleh petani (Perkebunan rakyat) yang pengelolaannya sangat sederhana dan kurang memperhatikan kualitas kebun karena para petani belum sepenuhnya menggunakan benih bermutu dan kurang intensif dalam pemeliharaannya.


Guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan perkebunan yang semakin berdaya guna dan berhasil guna, dengan program pembangunan perkebunan di Jawa Tengah melalui sumber dana APBD Provinsi Jawa Tengah pada DPA SKPD Dinas Perkebunan di dalam Tahun Anggaran 2016 diantaranya adalah Program Pengembangan Agribisnis yang di emplementasikan melalui Kegiatan Pendidikan Kemasyarakatan yang dilaksanakan di Desa Cibangkong Kec. Pekuncen Kabupaten Banyumas.





Bintek Budidaya Tanaman Tebu bersama Tenaga Pendamping Perkebunan (TKP dan PLP) Kabupaten Banyumas






Bintek Budidaya Tanaman Tebu 
 bersama Tenaga Pendamping Perkebunan (TKP dan PLP) Kabupaten Banyumas
Desa Kaliori Kec. Kalibagor,........ September 2016





Peningkatan Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting pada era globalisasi saat ini, terutama memasuiki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masyarakat dituntut untuk dapat bersaing dalam segala bidang usaha perekonomian, tidak terlepas dengan sektor perkebunan.

Komoditas gula tebu menempati posisi yang sangat strategis karena dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari. Produksi gula di Jawa Tengah pada Tahun 2014 adalah sebesar 373.679,15 ton yang dihasilkan dari luas areal tebu pada tahun 2014 seluas 74.636,40 Ha, dengan tebu yang dihasilkan sebanyak 5.560.701,69 ton. 

Rendahnya tingkat produktivitas kebun (dibawah potensi optimal), mutu hasil produksi tebu dibawah standar menyebabkan rendemen rendah, akibatnya pendapatan petani selalu rendah. Penyebab utama rendahnya tingkat produktivitas, mutu hasil dan efisiensi usaha tani tebu rakyat adalah karena tidak dilaksanakannya budidaya tebu yang baik (good farming practices) dan manajemen/pengelolaan proses produksi tidak efisien.


Guna mendukung pencapaian sasaran swasembada gula Nasional Tahun 2017 melalui dana APBD  Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Banyumas Tahun Anggaran 2016, maka Kabupaten Banyumas melaksanakan Kegiatan Pendidikan Kemasyarakatan  Bintek Budidaya Tebu dilaksanakan bulan September 2016 di Kelompok Tani Irama 1 Desa Kaliori Kec. Kalibagor Kab. Banyumas.



Senin, 12 September 2016

Penguatan Kelembagaan Kelompok Petani Tembakau 2016



 Penguatan Kelembagaan Kelompok Petani Tembakau............2016


Kegiatan Penguatan Kelembagaan Kelompok Petani Tembakau, Sub. Kegiatan Pembinaan Kelembagaan Kelompok Tani Demplot Terapan Rantai Nilai Tembakau Tahun 2016 di Kabupaten Banyumas dilaksanakan pada tanggal di Desa Pengadegan Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.


1.    Maksud
Maksud kegiatan ini adalah agar kelompok tani tembakau di Kabupaten Banyumas dapat memenuhi empat faktor (sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi dan kelembagaan) yang merupakan syarat kecukupan (sufficient condition) untuk mencapai performance pembangunan yang dikehendaki (terwujudnya masyarakat perkebunan yang sejantera dan berkelanjutan).

2.    Tujuan
a)    Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani melalui transfer inovasi teknologi;
b)    Meningkatkan kualitas SDM petani dalam mengelola usaha taninya;
c)    Meningkatkan kemampuan manajemen petani / kelompok tani dalam kegiatan usaha tani;
d)    Memberikan motivasi dan dan pemahaman kepada petani/kelompok tani akan pentingnya kelembagaan organisasi kelompok tani;
e)    Memberdayakan petani dan lembaga petani agar mampu mandiri dan tangguh dalam berusaha tani.